Buku ini secara spesifik membahas mengenai dapat atau tidaknya non-Muslim menjadi presiden di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Dilihat dan kacamata teologis diskursus ini merupakan sebuah tema yang sangat kontroversial.
Muhammadiyah, selain sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak pada dunia pendidikan, sosial dan kesehatan, teryata memiliki kepentingan politik. Salah satu doktrin yang ditanamkan kepada kadernya adalah, menjadikan umatnya sebagai kader bangsa. Kader bangsa ini diturunkan dalam tataran praktis sebagai pemimpin. Di buku ini, penulis mencoba menguraikan fenomena tersebut. Penulis mencoba m…