Hati manusia memiliki sifat dasar yang tidak konsisten dan mudah berbolak-balik, sebagaimana akar katanya dalam bahasa Arab yaitu qalaba (membalik). Di satu waktu ia bisa merasa senang, namun di waktu lain dapat berubah menjadi susah. Manusia membutuhkan bimbingan cahaya Ilahi—yang dianalogikan sebagai "lentera"—agar hatinya tetap kokoh, tenang, dan konsisten di jalan yang benar.Buku Lenter…