Buku "Renungan Jalanan 16: Politik, Kekuasaan dan Korupsi" karya Dr. Nusa Putra menyoroti realitas kelam praktik korupsi yang masif, sistemik, dan terstruktur di Indonesia. Berdasarkan sinopsis resmi dari Perpustakaan Poltekkes Jakarta III, inti pembahasan buku ini mencakup poin-poin berikut: 1. Korupsi yang Meluas: Korupsi telah menyebar sangat luas dan dilakukan oleh siapa saja, di mana saj…
Buku Kebersamaan dan Asas Kekeluargaan: Mutualism and Brotherhood karya Sri-Edi Swasono mengkaji secara mendalam pilar filsafat, moral, dan konstitusional Ekonomi Pancasila yang berakar pada Pasal 33 Ayat (1) UUD 1945. Penulis menegaskan bahwa perekonomian Indonesia harus diselenggarakan melalui prinsip mutualism (usaha bersama) dan brotherhood (asas kekeluargaan) guna mewujudkan kerakyatan, na…
Tujuan penelitian ini adalah mengungkap seluk beluk di balik keputusan seseorang untuk mengikuti gerakan fundamentalis semisal Majelis Mujahidin. Dengan demikian, objek penelitian yang dikaji adalah para pendukung (supporters) sebagai level grass roots dan bukan para elit intitutisi yang bersangkutan. Penelitian ini berdasarkan pada teori social movement-nya James L. Wood dan Maurice Jacson. Ni…
"Di Bawah Payung Agung: Kegetiran Berdialog dengan Kekuasaan" adalah kumpulan artikel karya Mohamad Sobary yang diterbitkan oleh Mizan pada tahun 1997. Buku setebal 351 halaman ini menyoroti kondisi sosial-politik dan etika sosial di Indonesia, khususnya pengalaman berdialog dan interaksi dengan kekuasaan pada masa tersebut.
Dalam aspek sosial, Aksara Jawa mempunyai nilai luhur dalam tata kehidupan kebersamaan yang dapat dipakai untuk mengatur tata-laku di masyarakat. Jadi buku ini bukan saja sangat penting dan strategis, tetapi juga karena dari terbitnya buku ini kita mengharapkan penerus bangsa mampu menjaga identitas bangsa dengan baik agar menjadi bangsa yang besar, bermartabat serta dihormati, dihargai bangsa …
Tidak pernah hilang dari memori kolektif orang-orang Gayo tentang sebuah pengakuan, baik dalam mitos maupun dalam realitas sejarah, bahwa negerinya, Tanah Gayo adalah bagian dari kekuasaan Sultan Aceh, karena tidaklah sah kekuasaan seorang kejurun penguasa Gayo tanpa Sarakata (Naskah Pengangkatan) dan Bawar (Golok Pusaka). Keduanya merupakan regalia legalitas Sultan Aceh. Akan tetapi seperti…