Santoso, F Harianto ; " />
Text
Profil Anggota DPR dan DPD 2014-2019: Latar Belakang Pendidikan dan Karir
Dewan Perwakilan Rakyat hasil Pemilihan Umum 2014 mengawali masa kerjanya dengan menunjukkan karakter, yang boleh dibilang, berbeda dari dewan-dewan reformasi sebelumnya. Dua hal bisa diamati. Pertama, koalisi yang terbentuk memberikan kesan begitu liatnya seolah-olah menjadi partai dalam partai, atau lebih tepat partai di atas partaikoalisi Merah Putih dan Indonesia Hebat. Kedua, kesan awal dua koalisi tersebut berbeda begitu tajam sehingga berhubungan satu sama lain begitu diametral. Ke dalam penuh pertentangan, keluar penuh perlawanan.
Bukan tugas buku seperti Profil Anggota DPR & DPD 2014-2019 yang berisi data dasar parlemen, untuk menjelaskan hal-hal seperti di atas. Parlemen ini para anggotanya tidak bisa dijelaskan oleh tingkat pendidikan karena dewan sekarang terdiri dari 87 persen kaum berpendidikan tinggi, malah sangat tinggi, gabungan antara sarjana dan pascasarjanahanya 4 persen lebih rendah dari parlemen sebelumnya. Dengan data di atas seharusnya yang terjadi mereka yang berpendidikan tinggi bekerja lebih tenang, dingin, penuh pengertian, nuchter.
Namun, mungkin bisa dijelaskan dari sisi lain, karena yang berpendidikan tinggi itu adalah yang muda dan lakisehingga boleh dibilang suatu parlemen testosteronik, parlemen yang maskulin dan agresif. Hanya keberadaban tinggi, civility, yang bisa menjaga keseimbangan dan membawa badan semacam ini ke arah keberhasilan, yang tidak lain dari memanfaatkan kuasa wicara untuk membawa kemaslahatan rakyat yang memilih dan tidak memilihnya. - Daniel Dhakidae, Ph.D. Editor Prisma Knowledge Resource & Strategic Solutions
Tidak tersedia versi lain