Wahyudi, Agus ; " />
Text
Zaman Edan Ranggawarsita: Menaklukkan Hawa Nafsu di Zaman yang Tak Menentu
Ungkapan 'zaman edan' atau kalatidha ini memiliki makna yang hampir sepadan dengan istilah 'zaman akhir' dalam keyakinan Islam untuk menyebut zaman yang sudah mendekati hari kiamat. Apa pun istilahnya, hampir semua orang Jawa sepakat bahwa saat ini sudah memasuki zaman edan sehingga kewaspadaan tingkat tinggi mutlak diperlukan agar diri selalu ingat dan waspada, ingat kepada Tuhan dan waspada terhadap kondisi zaman. Buku ini menjadikan petuah dan nasihat dari R.Ng. Ranggawarsita menjadi bahan utama untuk renungan, yang masih sangat relevan untuk kondisi hidup saat ini. Sebagai sarana untuk menaklukkan hawa nafsu di zaman yang serba tak menentu.
Barangkali saat ini kita telah mengalami situasi dan kondisi masyarakat yang disebut dengan “jaman edan”. Situasi yang dirasakan oleh kebanyakan orang sebagai situasi yang tidak menentu, penuh kecemasan dan ketidak pastian.
Di jaman edan, orang pandai belum tentu sukses, dan orang bodoh belum tentu sengsara (yang penting adalah berani). Yang sukses adalah orang yang cerdik dan licik, sedangkan orang jujur meski pekerja keras hidupnya sengsara. “Jujur ajur, ala mulya” begitulah pepatah Jawa dalam menggambarkan jaman edan, yang maknanya orang jujur malah bisa jadi hancur karena ditinggalkan orang-orang sekitarnya (yang tidak beres moralnya) dan sebaliknya, orang “ala” (tidak baik moralnya) malah kehidupannya bisa jadi baik, karena berani berbuat dengan menghalalkan segala cara.
Sinopsis buku
Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi milu edan nora tahan yen tan milu anglakoni boya kaduman melik keliren wekasanipun ndilalah karsa Allah begja-begjane kang lali luwih begja kang eling lan waspada
Mengalami zaman gila serba salah dalam bersikap ikut gila tidak tahan kalau tidak ikut melakukan tidak mendapat bagian kelaparan pada akhirnya karena kehendak Allah berapapun beruntung yang masing untung yang masih sadar dan waspada
Tidak tersedia versi lain