Budiman, Rizki ; " />
Art Original
(SKRIPSI) Representasi Disinformasi tentang Isu Bencana Global dan Krisis Komunikasi Era Digital: Studi Semiotika terhadap Film Don't Look Up (2021)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan disinformasi dan kegagalan komunikasi publik yang berkembang melalui berbagai saluran komunikasi pada era digital. Film Don't Look Up memperlihatkan bahwa fakta ilmiah mengenai ancaman komet tidak hanya mengalami penolakan di ruang digital, tetapi juga pengabaian oleh pemerintah, pembingkaian sebagai hiburan oleh media arus utama, perubahan narasi karena kepentingan politik, serta polarisasi respons publik.
Penelitian ini menggunakan konsep disinformasi, komunikasi era digital, krisis komunikasi, representasi, dan semiotika. Teori disinformasi digunakan untuk memahami proses pengaburan, distorsi, dan manipulasi informasi, sedangkan teori krisis komunikasi digunakan untuk membaca kegagalan aktor-aktor institusional dalam menyampaikan pesan yang kredibel, konsisten, dan tepat waktu. Teori semiotika Charles Sanders Peirce menjadi landasan analisis utama untuk menafsirkan tanda visual, dialog, tindakan karakter, dan simbol melalui kategori ikon, indeks, dan simbol.
Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan paradigma interpretif. Data primer diperoleh dari tujuh adegan film Don't Look Up yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan relevansinya dengan disinformasi, komunikasi sains, respons pemerintah, pembingkaian media, reaksi publik, polarisasi digital, dan dampak krisis global. Data dianalisis dengan mengidentifikasi sign, object, dan interpretant pada setiap adegan, kemudian menafsirkan maknanya dalam konteks komunikasi era digital.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa disinformasi dalam film tidak hanya direpresentasikan melalui informasi palsu atau komentar di media sosial. Disinformasi juga muncul melalui pengabaian fakta ilmiah di ruang kekuasaan, penyederhanaan ancaman dalam tayangan televisi, perubahan kebijakan karena kepentingan korporasi, inkonsistensi pesan resmi, serta pertarungan tagar #JustLookUp dan #DontLookUp. Komet, sikap abai pejabat, framing hiburan, pembatalan peluncuran roket, meme, komentar digital, dan tagar menjadi tanda melemahnya otoritas sains serta dominasi kepentingan politik dan ekonomi dalam komunikasi publik.
Tidak tersedia versi lain