Anggara, Rafitata ; " />
Art Original
(SKRIPSI) Pengaruh Perceived Risk dan Self-Disclosure Terhadap Retensi Pengguna Aplikasi Telemedicine Halodoc
Transformasi layanan kesehatan digital pasca-pandemi menuntut penyedia telemedicine tidak hanya fokus pada strategi akuisisi pengguna baru, tetapi juga pada upaya mempertahankan pelanggan (retensi). Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Persepsi Risiko (Perceived Risk) dan Pengungkapan Diri (Self-Disclosure) terhadap Retensi Pengguna (User Retention) pada aplikasi telemedicine Halodoc. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui instrumen kuesioner daring dengan total awal 203 respons, yang kemudian melalui tahapan deteksi pencilan (outlier), sehingga menghasilkan 186 sampel valid untuk dianalisis. Pengujian kelayakan model dan hipotesis dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil pengujian model struktural membuktikan bahwa Persepsi Risiko tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Retensi Pengguna (p-value = 0,279 > 0,05). Hal ini mengonfirmasi adanya fenomena toleransi risiko (Risk Tolerance) dan Privacy Paradox, di mana utilitas praktis layanan berhasil menekan kekhawatiran pengguna terhadap risiko. Di sisi lain, Pengungkapan Diri terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Retensi Pengguna (p-value = 0,010 < 0,05) serta menjadi prediktor yang paling dominan di dalam model. Keterbukaan informasi pasien terbukti menjadi katalisator krusial dalam menciptakan kualitas diagnosis yang presisi, yang sejalan dengan mekanisme teori Privacy Calculus. Secara simultan, kedua variabel tersebut memiliki relevansi prediktif dan mampu menjelaskan variabilitas Retensi Pengguna sebesar 8,7% (R² = 0,087). Implikasi manajerial dari penelitian ini merekomendasikan manajemen Halodoc untuk mengoptimalkan antarmuka ruang obrolan (UI/UX) yang lebih privat, serta meningkatkan keterampilan komunikasi empatik mitra dokter guna memfasilitasi pengungkapan diri pasien secara optimal.
Tidak tersedia versi lain