ICMI: Beberapa Catatan Kritis" (1995), disunting oleh Tamsil Linrung dkk., menghimpun pemikiran dan dialog kritis mengenai eksistensi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada awal era Orde Baru. Buku ini mendokumentasikan perdebatan mengenai independensi cendekiawan, visi organisasi, serta tantangan dalam bersinergi dengan kekuasaan di tengah transformasi sosial-politik Indonesia. Informā¦
Tanggal 7 Desember 1990, ketika sekitar 500 orang cedendikiawan berhimpun dalam sebuah simposium di Universitas Br Oleh banyak kalangan a timbul pro dan kontra. Pantas tidak tidak pantaskah cendikiawan turun dari rumahnya yang konon berada di 'angin' itu dan wajar tidak wajarkah mereka berhimpun dalam satu wadah? Oleh banyak kalangan, kelahiran ICMI lebih banyak dilihat sebagai fenomena politikā¦